Minggu, 08 Maret 2015

Alkitab / Amsal / Pasal 29

29:1. Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi.

29:2. Jika orang benar bertambah, bersukacitalah rakyat, tetapi jika orang fasik memerintah, berkeluhkesahlah rakyat.

29:3. Orang yang mencintai hikmat menggembirakan ayahnya, tetapi siapa yang bergaul dengan pelacur memboroskan harta.

29:4. Dengan keadilan seorang raja menegakkan negerinya, tetapi orang yang memungut banyak pajak meruntuhkannya.

29:5. Orang yang menjilat sesamanya membentangkan jerat di depan kakinya.

29:6. Orang yang jahat terjerat oleh pelanggarannya, tetapi orang benar akan bersorak dan bersukacita.

29:7. Orang benar mengetahui hak orang lemah, tetapi orang fasik tidak mengertinya.

29:8. Pencemooh mengacaukan kota, tetapi orang bijak meredakan amarah.

29:9. Jika orang bijak beperkara dengan orang bodoh, orang bodoh ini mengamuk dan tertawa, sehingga tak ada ketenangan.

29:10. Orang yang haus akan darah membenci orang saleh, tetapi orang yang jujur mencari keselamatannya.

29:11. Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.

29:12. Kalau pemerintah memperhatikan kebohongan, semua pegawainya menjadi fasik.

29:13. Si miskin dan si penindas bertemu, dan TUHAN membuat mata kedua orang itu bersinar.

29:14. Raja yang menghakimi orang lemah dengan adil, takhtanya tetap kokoh untuk selama-lamanya.

29:15. Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya.

29:16. Jika orang fasik bertambah, bertambahlah pula pelanggaran, tetapi orang benar akan melihat keruntuhan mereka.

29:17. Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.

29:18. Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.

29:19. Dengan kata-kata saja seorang hamba tidak dapat diajari, sebab walaupun ia mengerti, namun ia tidak mengindahkannya.

29:20. Kaulihat orang yang cepat dengan kata-katanya; harapan lebih banyak bagi orang bebal dari pada bagi orang itu.

29:21. Siapa memanjakan hambanya sejak muda, akhirnya menjadikan dia keras kepala.

29:22. Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya.

29:23. Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian.

29:24. Siapa menerima bagian dari pencuri, membenci dirinya. Didengarnya kutuk, tetapi tidak diberitahukannya.

29:25. Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi.

29:26. Banyak orang mencari muka pada pemerintah, tetapi dari TUHAN orang menerima keadilan.

29:27. Orang bodoh adalah kekejian bagi orang benar, orang yang jujur jalannya adalah kekejian bagi orang fasik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar